Jumat, 05 Juli 2013

Voelkerschlachtdenkmal, Melihat "Candi" di Jerman

Ada candi di Jerman?
Itulah yang hinggap di kepala saya ketika pertama kali melihat monumen menakjubkan yang ada di kota Leipzig ini. Bentuknya memang mirip candi yang ada di Indonesia, pun bebatuan yang menjadi bahan bangunannya. Orang Jerman menyebutnya Voelkerschlachtdenkmal atau lebih dikenal dengan nama Battle of Leipzig atau Battle of Nation. Monumen terbesar di Jerman ini dibangun untuk memperingati pertempuran antara pasukan koalisi; Prussia (Jerman), Austria, Rusia, dan Swedia, melawan pasukan Napoleon Bonaparte, kaisar Prancis, yang berlangsung di Leipzig pada tahun 1813. Dalam perang ini, Napoleon menderita kekalahan hingga harus mengasingkan diri ke Elba, sebuah pulau di Italia.

13572723961716865879
Voelkeschlachtdenkmal

Selama tinggal di Leipzig (November 2001-Desember 2005), Voelkerschlachtdenkmal ini merupakan objek wisata favorit saya. Hampir setiap teman atau tamu asal Indonesia yang berkunjung ke Leipzig saya ajak ke sini. Karena selain indah, monumen yang selesai dibangun pada tahun 1913 ini juga unik dan bernilai sejarah tinggi. Ya, mungkin penampilannya sedikit seram dengan warna bangunan yang gelap, namun menurut saya malah terkesan gagah dan menyiratkan kekuasaan yang besar. Bangunan ini menjulang tinggi hingga 91 meter. Di dalamnya banyak patung-patung menakjubkan, lengkap dengan karangan bunga di atas batu nisan perunggu. 

13572732741550680458

Untuk mencapai puncak Voelkerschlachtdenkmal, kita harus mendaki 500 anak tangga terlebih dahulu (mungkin sekarang sudah ada lift?). Hm lumayan buat olahraga betis! Namun, semua itu terbayar ketika kita dapat menikmati pemandangan kota Leipzig yang sangat indah dari puncaknya.

Leipzig merupakan kota terbesar di negara bagian Sachsen (Saxony), Jerman. Uniknya, tak seperti kota besar yang biasanya crowded, kota Leipzig justru sangat tenang, bersih, dan teratur. Meskipun fasilitasnya serbamodern, namun tata kotanya masih mempertahankan bangunan-bangunan lama yang cantik dan terawat. Tak salah jika kota ini mendapat julukan Kleine Paris yang artinya Paris Kecil karena keindahannya.


1357234182513869765
Patung prajurit ini aslinya besar sekali, lho. Saya tak sampai setinggi telapak sepatunya!

Di bagian depan Voelkerschlachtdenkmal, ada kolam buatan yang sangat besar, sebagai simbol banyaknya air mata yang tumpah dalam pertempuran yang menewaskan lebih dari 120.000 prajurit tersebut. Bayangan Voelkerschlachtdenkmal yang memantul dari air kolam menambah keindahan tempat ini. Di bulan Juli, biasanya kolam ini berubah fungsi menjadi tempat diadakannya perlombaan Badewannenrennen yang artinya balapan bak mandi, semacam balap perahu di mana perahu yang digunakan berbentuk seperti bak mandi (bathtub). Seru dan lucu sekali! Dan di musim dingin, biasanya air kolam ini membeku dan bisa ditapaki.

Untuk mencapai Voelkerschlachtdenkmal tidaklah sulit. Dari Hauptbahnhof (main station), kita cukup naik Straenbahn (tram) lini 15 jurusan Meusdorf sekitar sepuluh menit--tak perlu gonta-ganti kereta--lalu turun di Haltestelle Voelkerschlachtdenkmal dan berjalan kaki sedikit untuk masuk ke lokasi. Gampang sekali, bukan?

Saya merekomendasikan Voelkerschlachtdenkmal sebagai objek wisata pertama yang harus dikunjungi jika Anda sedang berada di Leipzig. Nah, berminat datang ke sini? []

Tidak ada komentar:

Posting Komentar